GADING SERPONG — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh murid-murid SMAK Tunas Bangsa Gading Serpong di bidang seni audiovisual. Dalam ajang kompetisi film pendek yang diselenggarakan oleh Canisius College, Jeremiah Asriel Gunawan, Danielle Princess Widjaja, Aurelea Louise Maria berhasil meraih Juara 2 lewat karya film pendek terbaru mereka yang berjudul “Jatuh, Bangkit Kembali.”
Film pendek ini tidak hanya menonjolkan keahlian teknis dalam pengambilan gambar dan penyuntingan, tetapi juga menyampaikan pesan moral yang mendalam mengenai pentingnya kerendahan hati, empati, dan nilai kolaborasi.
Film “Jatuh, Bangkit Kembali” mengisahkan perjalanan seorang remaja yang terjebak dalam rasa percaya diri berlebihan (overconfidence). Ia enggan bekerja dalam tim karena merasa dirinya paling mampu, tidak mempercayai kualitas karya orang lain, dan meyakini bahwa ia bisa melakukan segala hal seorang diri tanpa bantuan siapa pun.
Namun, alur cerita mengalami titik balik ketika sang tokoh utama mengalami perjumpaan yang tidak disengaja dengan seorang wanita yang sedang sakit di sebuah stasiun kereta. Momen berharga di stasiun tersebut menjadi titik penyadaran (epiphany) bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri. Ia belajar meruntuhkan ego, mau menerima bantuan, dan mulai menghargai kontribusi orang-orang di sekitarnya.
“Melalui film ini, kami ingin menyuarakan bahwa bakat dan kemampuan yang hebat tidak akan ada artinya tanpa kerendahan hati. Belajar menerima dan mengapresiasi orang lain adalah bagian dari proses pendewasaan karakter,” ujar Jeremiah Asriel.
Di Balik Layar: Menaklukkan Tantangan Teknis dan Manajemen Waktu
Proses produksi film pendek ini bukan tanpa hambatan. Para siswa harus berhadapan dengan berbagai tantangan di lapangan, mulai dari dinamika pengambilan gambar di lokasi publik seperti stasiun kereta, menyelaraskan alur emosi cerita dalam durasi yang terbatas, hingga mengelola waktu di tengah padatnya jadwal akademis sekolah.
“Tantangan terbesar kami adalah saat pengambilan adegan di lokasi umum dan membagi waktu antara persiapan ujian dengan jadwal syuting. Namun, menariknya, isi cerita film ini justru merefleksikan proses kerja kami sendiri di balik layar. Kami belajar untuk saling menekan ego, membagi tugas sesuai keahlian, dan saling percaya satu sama lain. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh teman-teman dan guru yang berperan serta menjadi aktor dan pendukung. Tanpa kerja sama seluruh tim, film ini tidak akan pernah selesai,” ungkap Danielle Princess Widjaja, perwakilan tim pembuat film.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian tersendiri bagi para anggota tim, mengingat proses panjang dan perjuangan yang telah mereka lalui bersama dari satu kompetisi ke kompetisi lainnya.Â
“Saya sangat bersyukur atas kesempatan mengikuti lomba ini. Sebelumnya, kami bertiga hanya pernah mengikuti lomba film pendek dua kali. Berbekal pengalaman tersebut, saya, Jeremiah, dan Danielle memutuskan untuk mencoba tantangan di ajang yang lebih bergengsi. Awalnya kami sangat grogi dan tidak memasang ekspektasi tinggi. Namun, saya percaya pencapaian ini terwujud berkat kemurahan Tuhan, kerja sama tim yang solid, serta dukungan teman-teman dan guru di sekolah. Kami berharap karya-karya kami dapat membawa dampak positif dan membantu menguatkan orang-orang yang sedang berjuang melewati permasalahannya,” tambah Aurelea Louise Maria.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen SMAK Tunas Bangsa Gading Serpong dalam mendampingi para siswa mengembangkan minat, bakat, serta kreativitas mereka. Sekolah berkomitmen melahirkan generasi yang berkarakter Kristus, memiliki kompetensi dan jiwa kepemimpinan dan menjadi berkat bagi sesama (Building a Mighty Generation).
Maranata Sih Nugraha, Kepala Sekolah SMAK Tunas Bangsa Gading Serpong, menyampaikan rasa bangga atas konsistensi karya para siswa:
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi anak-anak. Melalui karya seni seperti film pendek, mereka tidak hanya mengasah keterampilan teknis abad ke-21, tetapi juga menyebarkan nilai-nilai positif yang menginspirasi sesama. Inilah esensi dari pendidikan karakter yang ingin kami tanamkan.”
Kemenangan ini menambah panjang deretan prestasi tim film SMA Kristen Tunas Bangsa Gading Serpong. Sebelumnya, kelompok siswa yang berbakat ini juga telah berhasil menorehkan kejuaraan di berbagai ajang kompetisi film pendek antar-pelajar.
Bagi Anda yang ingin menyaksikan karya-karya sinematik dan perjalanan kreatif para siswa, dokumentasi film pendek karya murid SMA Kristen Tunas Bangsa Gading Serpong—termasuk karya-karya pemenang lomba sebelumnya—dapat disaksikan secara langsung melalui link berikut.