TBCS

Guru Sekolah Kristen Tunas Bangsa Perkuat Christ-Centered Learning pada Teacher Enrichment Day 2026

Pada Selasa, 6 Oktober 2026, seluruh jajaran pendidik Sekolah Kristen Tunas Bangsa dari 8 area berkumpul dalam momen pembaruan niat dan kapasitas pelayanan bertajuk Teacher Enrichment Day: Christ-Centered Learning: From Biblical Worldview to Transformational Learning. Kegiatan pembinaan profesional dan spiritual ini diselenggarakan secara serentak di dua lokasi strategis: para guru jenjang TK hingga SD berkumpul di Abbalove Maizonet Green Ville, Jakarta Barat, sementara para guru jenjang SMP hingga SMA mengambil tempat di Abbalove Grand Cakung, Jakarta Timur. Dipandu oleh narasumber pakar pendidikan Kristen, Dr. Pingkan Imelda Wuisan, S.IK., M.Pd. dan Kurniawati Martha, S.Si., M.Pd. (Dosen dan Peneliti Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pelita Harapan), acara ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat pilar utama kurikulum Tunas Bangsa, yaitu Christ-Centered Learning.

Melalui pemaparan materi yang mendalam, para guru diajak untuk meninjau ulang cara pandang (worldview) dalam mengajar. Pendidikan Kristen sejati bukanlah sekadar menempelkan ayat Alkitab di lembar kerja atau membuka kelas dengan doa, melainkan sebuah transformasi cara pandang dalam melihat seluruh disiplin ilmu melalui lensa kebenaran Allah.

Dalam sesi materi, ditegaskan bahwa tidak ada kurikulum yang benar-benar netral; setiap mata pelajaran—baik Sains, Matematika, Sejarah, Bahasa, maupun Seni—selalu menceritakan kisah tentang dunia, kebenaran, dan manusia. Mengutip pandangan ahli pendidikan Kristen, peran guru dalam kurikulum transformatif bukan sekadar penyampai materi (inform), melainkan pengajar, pelayan, teladan, pemimpin, dan agen rekonsiliasi yang membimbing murid untuk mengalami pemulihan gambar dan rupa Allah (spiritual formation).

Selama kegiatan, para pendidik berlatih menggunakan kerangka berpikir CFRC (Creation, Fall, Redemption, Restoration). Melalui metode Biblical Lens ini, setiap subjek pelajaran dipahami bukan sebagai ilmu yang terpisah dari Tuhan, melainkan sarana untuk menuntun siswa melihat keagungan Sang Pencipta dan meresponsnya dengan tindakan nyata yang menjadi berkat bagi sesama.

“Hal yang paling berharga adalah diingatkan kembali keberadaan kita sebagai guru Kristen. Setiap subject merupakan wahyu umum/penciptaan, selama proses pembelajaran berlangsung merupakan waktu untuk menanam dan Roh Kudus yang memberikan pertumbuhan. Sampai pada akhirnya siswa pun mengalami transformasi dan ada panggilan hidup didalam dirinya,” ungkapan refleksi dari Jessica, salah satu guru peserta kegiatan.

Komitmen Tunas Bangsa: Mewujudkan Building a Mighty Generation

Sejak didirikan pada tahun 1992, Sekolah Kristen Tunas Bangsa terus memegang teguh komitmen untuk menyajikan pendidikan holistik yang berakar pada Firman Tuhan. Pengembangan kapasitas guru secara berkelanjutan melalui kegiatan seperti Teacher Enrichment Day merupakan bentuk nyata komitmen sekolah dalam menjaga mutu pembelajaran di seluruh 28 sekolah yang tersebar di 8 area.

Dengan memperkuat integrasi antara Christ-Centered Learning, Deep Learning, dan Smart Learning, Sekolah Kristen Tunas Bangsa siap mendampingi setiap anak—mulai dari jenjang Nursery, TK, SD, SMP, hingga SMA—untuk bertumbuh menjadi pribadi yang unggul secara akademik, bijak memanfaatkan teknologi, serta memiliki 6 Karakter Utama (Penuh Perhatian, Kejujuran, Tanggung Jawab, Ketaatan, Keramahan, dan Penguasaan Diri).

Para pendidik kembali ke unit sekolah masing-masing dengan semangat baru untuk menjadikan setiap ruang kelas sebagai tempat di mana kebenaran Allah dinyatakan dan hati murid ditransformasi. Karena di Sekolah Kristen Tunas Bangsa, kami percaya bahwa mendidik bukan sekadar memindahkan pengetahuan, melainkan membentuk generasi yang berkarakter Kristus, memiliki kompetensi dan jiwa kepemimpinan, serta siap menjadi berkat bagi bangsa dan dunia (Building a Mighty Generation).